SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI
Topik : Penyakit Menular Seksual
Sasaran :
siswa / siswi
Waktu : 09.00 – 09.30
Hari/
tanggal : Kamis, 22 Maret 2016
Tempat :
SMAN 05 KENDARI
1. Standar Kompetensi
Setelah
dilakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, masyarakat diharapkan
mengetahui dan memahami kesehatan reproduksi.
2. Kompetensi dasar
Setelah
dilakukan penyuluhan tentang Penyakit menular seksual diharapkan masyarakat
mampu :
a.
Menjelaskan
tentang pengertian kesehatan reproduksi
b.
Menjelaskan
pengertian Penyakit menular seksual
c.
Menjelaskan
jenis-jenis penyakit menular seksual
d.
Menjelaskan
cara penularan penyakit menular seksual
e.
Menjelaskan
cara pencegahan penyakit menular seksual
3. Pokok Bahasan
Konsep
Penyakit menular seksual
4. Sub Bahasan
a. Pengertian Kesehatan Reproduksi
b. Pengertian Penyakit menular seksual
c. Jenis-jenis penyakit
menular seksual
d. Cara penularan penyakit menular seksual
e. Cara pencegahan penyakit menular seksual
5. Waktu
1 x 30 menit
6. Media
a. Power point
b. LCD
7. Model pembelajaran
Jenis model
penyuluhan: ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi
Langkah
pokok:
1. Menciptakan suasana pendidikan kesehatan yang baik
2. Mengajukan masalah
3. Membuat keputusan nilai personal
4. Mengidentifikasi pilihan tindakan
5. Memberi komentar
6. Menetapkan tindak lanjut
8. Persiapan
Penyuluh
mencari referensi (buku, jurnal, hasil penelitian, artikel, dan lain-lain)
tentang penyakit menular seksual.
9. Kegiatan
|
Proses
|
Tindakan
|
Waktu
|
||||||
|
Kegiatan
Penyuluh
|
Kegiatan
Peserta
|
|||||||
|
Pendahuluan
|
a. Memberikan
salam, memperkenalkan diri, dan membuka penyuluhan yang dibuka oleh ketua
kelompok dan menjelaskan mnfaat dari penyuluhan ini.
|
Memerhatikan
dan menjawab salam
Memerhatikan
|
5 menit
|
|||||
|
Penyajian
|
a
· Menjelaskan tentang pengertian kesehatan reproduksi
· Menjelaskan pengertian Penyakit menular seksual
· Menjelaskan jenis-jenis penyakit menular seksual
· Menjelaskan cara penularan penyakit menular seksual
· Menjelaskan cara pencegahan penyakit menular
seksual.
|
Memerhatikan
dan memberi tanggapan
Dan
memberi pertanyaan.
|
20 menit
|
|||||
|
Penutup
|
· Menutup pertemuan dengan memberi kesimpulan dari
materi yang disampaikan
· Mengajukan pertanyaan kepada masayarakat
· Mendiskusikan bersama jawaban dari pertanyaan yang
telah diberikan
· Menutup pertemuan dan memberi salam
|
Memerhatikan
Memberi
saran
Memberi
komentar dan menjawab pertanyaan bersama
Memerhatikan
dan membalas salam
|
5 menit
|
|||||
10. Evaluasi
a. Apa Kesehatan Reproduksi
b. Apa yang di penyakit menular seksual
c. Sebutkan jenis-jenis penyakit menular seksual
d. Bagaimana cara penularan penyakit menular seksual
e. Bagaimana cara pencegahan penyakit menular seksual
11.
Materi
a. Pengertian Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang penting
untuk mendapatkan perhatian terutama
di kalangan remaja. Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, munculnya
berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan
reproduksi. Kegiatan-kegiatan seksual menempatkan remaja pada tantangan risiko
terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Risiko kesehatan ini
dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, misalnya tuntutan
untuk menikah muda dan hubungan seksual, akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan, kurangnya perhatian terhadap kebersihan organ reproduksi, ketidaksetaraan
jender, kekerasan seksual, dan pengaruh media massa maupun gaya hidup.
Upaya untuk menuju reproduksi sehat sudah harus
dimulai paling tidak pada usia remaja. Remaja harus dipersiapkan baik
pengetahuan, sikap maupun tindakannya ke arah pencapaian reproduksi yang sehat. Kelompok remaja menjadi
perhatian karena jumlah mereka yang besar dan rentan serta mempunyai risiko
gangguan terhadap kesehatan reproduksi. Pada masa remaja, mereka mengalami
berbagai macam proses perubahan terkait dengan kesehatan reproduksi
b. Pengertian Penyakit menular seksual
Penyakit
menular sexual (PMS) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularka
melalui hubungan sexual maupun nonsexual.
c. Jenis-jenis penyakit
menular seksual
Adapun
pembagiannya adalah sebagai berikut :
1. Sifilis
Disebabkan oleh treponema policlum. Masa inkubasi / masa tunas 90 hari.
Adanya penyakit sifilis perlu dipertimbangkan bila dalam anam diperoleh
keterangan bahwa ibu berturut - turut mengalami persalinan imatur, kemudian
persalinan premature dengan anak mati dan setelah itu dilahirkan anak yang
hidup cukup bulan tetapi beberapa lama kemudian meninggal.
Diagnosa
Diagnosa sifilis pada waktu hamil pada umumnya berdasarkan atas pemeriksaan
serologi (darah) yaitu hasil pemeriksaan reaksi wasserman khan VDRL (vaneral
disease reverence laboratori) yang terdapat positif kuat.
2. AIDS (Acquired immune Deficiency Synrom)
Disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat menyebabkan
penurunan system kekebalan tubuh. Masa inkubasinya/ masa tunasnya 6 bulan
sampai 10 tahun, rata-rata masa inkubasi 21 bulan untuk anak-anak , 60 bulan
untuk dewasa.
3. Gonorea
Penyebab Neiseria Gonorea. Masa inkubasi mulai dari beberapa jam sampai
3-10 hari. Dugaan adanya penyakit gonorea perlu ditimbangkan bila pada penderita
terdapat keluhan keluhan atau gejala seperti berikut ini:
-
Penderita
merasa sakit dan panas pada waktu kencing.
-
Keluar darah
putih (fluor albus) dari senggama.
-
Keluar nanah
dari uretra
-
Kadang -
kadang kelenjar bantolini membengkak.
-
Kadang -
kadang terdapat kondiloma akuminata pada aurat yaitu bintik - bintik kecil dan
penis terdapat masa seperti jengger ayam.
4. Herpes genetalis
Disebabkan oleh simplex virus (HSV). Masa inkubasi umumnya bekisar antara
3-7 hari tetapi dapat lebih lama gejala yang timbul dapat bersifat berat tetapi
bias juga asimtomatik terutama lesi ditemukan pada daerah servik. Biasanya
didahului rasa terbakar dan gatal pada daerah lesi yang terjadi beberapa jam
sebelum timbulnya lesi. Penyembuhan memerlukan waktu yang cukup lama kurang lebih
2-4 minggu. Herpes genetalia pada kehamilan dapat melalui plasenta, sampai
kesirkulasi vetal serta dapat menimbulkan kerusakan atau kematian pada
janin separuh yang hidup dapat menderita cacat neurologist atau kelainan pada
mata. Herpes genetalis pada imunodefisiensi kelainan yang ditemukan cukup
progresif berupa ulkus yang dalam didaerah anogenital penyembuhannya yang lebih
lama.
d. Faktor Faktor Yang
Mempengaruhi Penularan Penyakit Menular Sexual (PMS)
1. Adanya penularan penyakit melalui hubungan
sexual yang berganti- ganti.
2. Adanya kebebasan indifidu
3. Ketidak tahuan masyarakat mengenai PMS
4. Alat kontrasepsi yang hanya bermanfaat untuk mencegah
kehamilan saja ( pil KB,IUD, Inplan) berbeda dengan kondom yang dapat mencegah
kepenyebaran PMS
5. Factor medi
6. Dengan pengobatan modern, pemakaian jarum suntik yang
tidak disposibel.
e. Cara penularan penyakit menular seksual
PMS dapat
ditularkan secara sexual dan non sexual
1. Secara sexual
Penderita
melakukan hubungan sexual sehingga muncul resiko terhadap adanya
penularan penyakit, dapat juga penderita melakukan hubungan sexual berganti-
ganti.
2. Secara non sexual
Penderita
dapat tertular PMS melalui infeksi pada ibu yang dapat ditularkan pada bayinya.
Penularan dapat terjadi pada pemakaian obat bius intra vena melalui jarum
suntik yang tidak steril.
f.
Cara
pencegahan penyakit menular seksual
1. Dengan program penyuluhan untuk menjauhkan masyarakat
terhadap perilaku resiko tinggi
2. Menganjurkan untuk memakai kondom bagi yang
berperilaku sex tinggi
3. Melakukan pengobatan dini efektif.
Daftar
Pustaka
·
Gunawan,
Lany. PMS : Penyakit Menular Seksual,
Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 2001
·
Soeparman dkk,1987 Ilmu Penyakit
Dalam , Ed 2, Penerbit FKUI, Jakarta
·
(http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/50-artikel-kesehatan/147-penyakit-menular-seksual.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar